Senin, 04 Juni 2012

CONTOH PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) BIDANG STUDI SENI RUPA

Sebelum belajar bagaimana cara menentukan KKM Bidang Studi Seni Rupa, ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu mengenai pengertian KKM dan hal- hal yang berhubungan dengan penentuan KKM
Semoga bermanfaat.

sailahkan klik tautan berikut :
http://www.scribd.com/doc/95861905/Contoh-Penentuan-Kriteria-Ketuntasan-Minimal

Di bawah ini adalah contoh cara menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ) bidang Studi Seni Budaya
cabang Seni Rupa.
SK-KD dan indikator yang dijadikan sampel adalah materi materi esensial yang diambil dalam jenjang kelas X, XI, XII, yang kebetulan di SMA K St. Louis 1 Surabaya diberikan dalam satu tahun di kelas XII,
Silahkan mengadopsi sesuai dengan real kondisi di sekolah penyelenggara.

silahkan klik tautan berikut :
http://www.scribd.com/doc/95865279/Penentuan-KKM-Seni-Rupa

Salam Budaya,
DRA.PAULINA SOESRI HANDAJANI
GURU SENI RUPA SMA K ST. LOUIS 1 SURABAYA

Rabu, 23 Mei 2012

MELANGGENGKAN BUDAYA DAERAH DISELA KESIBUKAN AKADEMIS

PERFORM SISWA dalam  PARADE BUDAYA 2012
MELANGGENGKAN BUDAYA DAERAH
DISELA KESIBUKAN AKADEMIS

Mengalami sendiri bagaimana menampilkan sebuah karya adalah pengalaman yang sangat berharga.
Inilah yang sengaja saya anjurkan untuk siswa siswi.
Mengajak mereka berkarya dan menampilkannya di depan umum.
Apapun hasilnya biarlah menjadi apresiasi tersendiri bagi masyarakat.

Beberapa event mereka ikuti,meskipun pesaingnya adalah kelompok profesional yang sudah pasti akan menampilkan yang mungkin akan lebih indah.
Tetapi pengalaman anak- anak ini mungkin jauh lebih indah.
Kali ini mereka mengikuti Parade Budaya 2012 yang terdiri dari parade bunga dan perform budaya.




Para siswa dari ekstra kurikuler merangkai bunga bertugas menghias sebuah truk.
Sedangkan para siswa yang lain bertugas membuat desain pertunjukan budaya daerah. Pillihan konsep jatuh pada "Jathilan" mereka menamai kelompok ini dengan nama TURANGGA YAKSA SINLUI PUTRO.
Anak- anak muda ini mengikuti perarakan dengan penuh semangat. Dukungan penonton menambah semangat mereka. Perform anak-anak muda ini bisa diterima oleh masyarakat.
Sebuah kebanggaan, anak- anak muda ini tidak melupakan tradisi daerah, meskipun disibukkan oleh kegiatan akademis di sekolah.
Siapa menyangka anak- anak muda ini mau bersusah payah berjalan kaki menyusuri kota Surabaya , menampilkan budaya daerah dan melayani masyarakat di sepanjang jalan.




Inilah sinopsis yang mereka buat :


SINOPSIS
PARADE BUDAYA
SMA K ST. LOUIS 1 SURABAYA

Indonesia mempunyai beraneka ragam budaya dan seni. Salah satunya adalah kesenian Jathilan yang dipersembahkan oleh SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya (Turangga Yaksa Sinlui Putro). Kesenian ini merupakan “Pethilan” dari Reog Ponorogo yang dikombinasikan dengan tradisi Jawa tengahan.
Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Dimana kesenian ini menggambarkan Pasukan Ksatria berkuda yang sedang menjalankan sebuah misi perjuangan.
Konon, tari kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda. (Ketika pasukan ini dalam perjalananannya untuk menunaikan tugas ditengah  perjalanan mengalami gangguan dari sekelompok Buto sehingga menghambat perjalanan pasukan tersebut........) Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Selamat Ulang Tahun Surabaya...

                               menabuh gamelan di atas truk


                                              Tim Jaranan 

Teruskan tekadmu anak- anakku, budaya daerah adalah kekayaan tak terbeli.
Kita rawat dengan penuh kesyukuran.
Kita jaga dengan penuh kebanggaan
Salam Budaya

Rabu, 27 April 2011

Buket dalam Gelas Untuk Dekorasi Rumah

Pernahkah Anda melihat tradisi merendam bunga pada hari-hari tertentu dalam budaya lampau ?
Barangkali sekarang juga masih ada.
Terinspirasi oleh budaya tersebut, dilandasi oleh semangat "keindahan", maka saya tampilkan di sini contoh-contoh kreasi membuat buket dalam gelas.

Alat/bahan :
  • gunting, 
  • vas kaca berbentuk tabung atau sejenisnya.
Bunga       : 
Pada dasarnya semua jenis bunga bisa digunakan, namun trend saat ini lebih minimalis, maka   jenis bunga tidak usah terlalu banyak.
Namun semua tergantung dari konsep yang ingin Anda wujudkan Contoh di sini saya gunakan daun pandan, gerbera dan Anggrek putih.

Langkah-langkah ;
  • Isi vas dengan air, 1/4 bagian dari tinggi vas. usahakan tidak menggunakan aspac, namun apabila terpaksa menggunakan aspac, maka buatlah tersembunyai supaya lebih estetis.
  • Masukkan terlebih dahulu bunga yang posisinya paling bawah, buat menghadap berbagai sisi supaya bisa dinikmati dari berbagai arah. (misalnya  Gerbera diopotong pendek, lalu lebih dahulu ditaruh , karena akan dijadikan hiasan di bagian bawah,  )
  • Letakkan  Bunga lainnya di bagian atas, misalnya dalam contoh ini menggunakan anggrek.
  • Apabila mengininkan ada daun, maka daun diletakkan terakhir kali.

Kreasi Mbak Soes dengan gelas yang pendek
Mbak Soes - dengan gelas panjang, mulai bawah Samrok, gerbera, anggrek


Kreasi Mbak Soes, gerbera, anggrek

semua kreasi Mbak Soes disatukan

Pamer kreasi, dikagumi suami..hwallah..

Selasa, 26 April 2011

Curriculum Component Consistency dalam Bidang studi Seni Rupa SMA K St. Louis 1 Surabaya

Untuk memaparkan keterkaitanLearning Outcomes-Teaching Learning Strategy dan Assessment, terlebih dahulu saya akan coba memaparkan pengertian Learning Outcomes.

Learning Outcomes adalah adalah pernyataan tentang harapan bahwa seorang siswa akan mampu melakukan suatu pekerjaan /perbuatan sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran.

Oleh karena itu Learning Outcomes harus disampaikan dalam sebuah stated/ rumusan sehingga membantu pendidik lebih efektif untuk menyampaikan kepada siswa apa yang diharapkan dari mereka setelah mengalami proses pembelajaran.

Selain hal tersebut di atas , beberapa keuntungan dengan dirumuskannya outcomes adalah :
a. Membantu siswa belajar lebih efektif. Siswa menyadari dimana posisi mereka dalam learning activity .
b. Membuat lebih jelas apa yang bisa diharapkan siswa dari mengikuti learning activity.
c. Membantu pendidik merancang rumusan materi . Rumusan Materi ini bisa disebut sebagai template yang efektif untuk mereka.
d. Membantu pendidik memilih strategi pengajaran yang sesuai: misalnya (1) exposition-discovery learning atau (2) group-individual learning, misalnya dengan ceramah, seminar, belajar manndiri, tanya jawab atau kelas laboratorium. Dengan cara ini akan lebih mudah menyelaraskan outcomes, activity learning dan Teaching Learning Strategy.
e. Membantu pendidik mengevaluasi proses pembelajaran apakah sudah mampu mencapai outcomes atau belum..
f. Memastikan bahwa assessment strategies telah sesuai dan bekerja secara efektif.

Uraian di atas semoga bisa menjelaskan keterkaitan antara Learning Outcomes-Teaching Learning Strategy dan Assessment

Di bawah ini adalah contoh penerapan yang dilakukan terkait konsep dari Curriculum Component Consistency pada pembelajaran Bidang Studi Seni Rupa. Dari masing-masing komponen saya ambil satu contoh yang saling berkaitan .

Kompetensi Dasar :12.1. Menggambar Teknik / Proyeksi
a. Learning Outcomes

Dengan Lembar kerja yang sudah dipersiapkan, siswa mampu menggambar Proyeksi sebuah benda ruang secara akurat sesuaui dengan prinsip dasar Menggambar Proyeksi .

b. Teaching Learning Strategy , Model dan Metode Pembelajaran

1. Strategy Pembelajaran: group learning – Induktif Startegy Learning
2. Model Pembelajaran : kooperatif ( Coperative Learning )
3. Metode Pembelajaran : Eksperimen, pemberian tugas

c. Assessment :
Teknik penilaian : tes kinerja
Bentuk penilaian : Lembar Penilaian Tes Kinerja



LEMBAR PENILAIAN
Proyeksikan bangun di bawah ini dengan ketentuan sebagai berikut :













 

 
 Kunci Jawaban

Format Penilaian
Keterangan Skala Penilaian
1.      Akurasi proyeksi ( Bidang 1, 2, 3 ) 
a. Peletakan desain setiap sisi dan ukuran yang ditampilkan dalam Gambar proyeksi 
    tidak akurat ( 1 )
b. Peletakan desain setiap sisi dan ukuran yang ditampilkan dalam Gambar proyeksi 
   kurang   akurat ( 2 )
c.  Peletakan desain setiap sisi dan ukuran yang ditampilkan dalam Gambar proyeksi
    cukup  akurat ( 3 )
d. Peletakan desain setiap sisi dan ukuran yang ditampilkan dalam Gambar proyeksi s
    sangat akurat ( 4 )
2.      Garis Pararel
a. Garis Pararel ditampilkan tidak tepat (1)
b. Garis Pararel ditampilkan kurang tepat (2)
c.  Garis Pararel ditampilkan cukup tepat (3)
d. Garis Pararel ditampilkan sangat tepat (4)
3.      Pewarnaan
a. Pewarnaan tidak mendukung penampilan Desain ( 1 )
b. Pewarnaan kurang mendukung penampilan Desain ( 2 )
c.  Pewarnaan cukup mendukung penampilan Desain ( 3 )
d. Pewarnaan sangat mendukung penampilan Desain ( 4 )
4.      Kerapian
a. Penampilan karya tidak rapi ( 1 )
b. Penampilan karya kurang rapi ( 2 )
c.  Penampilan Karya cukup rapi ( 3 )
d. Penampilan karya sangat rapi ( 4 )

KLASIFIKASI PROSES BELAJAR MENGAJAR

Secara umum proses belajar mengajar diklasifikasikan menjadi 3 :
1. TEACHER DIRECTED ACTIVITIES
2. PEER DIRECTED ACTIVITIES
3. SELF DIRECTED ACTIVITY / controlled

TEACHER DIRECTED ACTIVITIES adalah kegiatan pengajaran oleh seorang guru atau oleh team teaching. Team teaching adalah suatu sistem mengajar yang dilakukan dua orang guru atau lebih dalam satu kelas atau lebih dari satu kelas. Kedua orang guru atau lebih itu bersama-sama mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil belajar siswa.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memilih proses pembelajaran TDA adalah :
- Pembelajaran diarahkan untuk mendapatkan materi yang lebih mendalam
- Proses pembelajaran tersebut menempatkan guru sebagai ahli
- Inti pembelajaran yang diharapkan adalah lebih fokus pada materi
- Proses pembelajaran meliputi menyampaikan pengetahuan, menjelaskan, mengklarifikasi
- Proses pembelajaran yang kita lakukan memerlukan umpan balik
- Memperdalam pemahaman melalui interaksi guru-siswa
- Beberapa metode "klasik" bisa dilakukan : ceramah, diskusi, tanya jawab...

PEER DIRECTED ACTIVITIES dilakukan apabila proses pembelajaran sangat membutuhkan hubungan langsung guru- siswa melalui tatap muka, meskipun dalam perkembangan saat ini , bisa saja hubungan langsung ini diganti dengan hubungan tidak langsung melalui beberapa media.
PEER DIRECTED ACTIVITIES dilakukan apabila konsep learning activity adalah :
1. Menguraikan dan memperluas materi
2. Mengaktifkan penilaian tentang sebuah standar yang harus dibuat
3. Meningkatkan pemahaman terhadap suatu materi
4. Memberikan perspektif / cara pandang yang berbeda tentang sebuah konsep
5. Mendorong wawasan yang lebih luas bagi siswa
6. Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan menemukan sesuatu.
7. Peningkatan konsep diri.

Beberapa bentuk kegiatan yang bisa dilakukan :
1. Syndicate kelompok
2. Pemecahan masalah kelompok
3. Belajar mitra
4. Kotak pos kelompok
5. Proyek tim

SELF DIRECTED adalah kegiatan belajar diarahkan pada yang belajar mandiri yang membutuhkan motivasi, relevansi dan kemampuan belajar.
SELF DIRECTED baik dilakukan untuk:
1. Mendorong otonomi learning activity bagi siswa.
2. Meningkatkan pembelajaran mandiri
3. Mencari informasi baru, memanfaatkan informasi dan mengevaluasi pentingnya
sebuah innnformasi
4. Memecahkan masalah
5. Mengembangkan refleksi
7. Fokus perbaikan diri

Beberapa hal yang harus diperthatikan apabila menerapkan SELF CONTROLLED adalah :
1. Membutuhkan manajemen waktu, kontrol dan praktek dalam pembelajaran.
2. Membutuhkan kemampuan belajar strategi ke dalam pengajaran.
3. Membutuhkan dukungan berbagai strategi lain yang berguna/relevan.
4. Mendorong siswa untuk menemukan nilai-nilai dalam pembelajaran.

Demikian sharing saya,
mohon koreksinya.
Salam

Belajar membatik


Semasa kuliah dulu saya pernah belajar membatik.
Ketika MGMP Seni Budaya Propinsi Jawa Timur mengadakan workshop membatik, serasa reuni.
Senang rasanya, apalagi berbagi dengan teman-teman se Jatim.

Rabu, 16 Juni 2010

KRETIVITAS DAN ESTETIKA


http://rumahcons.blogspot.com/2009/02/gambar-rumah-desain-rumah-tinggal.html



KREATIVITAS DAN ESTETIKA
a. KREATIVITAS
Belajar berkesenian sangat berkaitan dengan faktor dalam pribadi seseorang atau faktor internal. Namun Semua faktor internal tersebut tidak akan ada gunanya apabila tidak ada pelatihan. Pelatihan yang intensif akan membuahkan hasil yang lebih signifikan dari pada seseorang mengandalkan faktor bawaan yang lebih sering disebut bakat
Memang akan lebih berhasil apabila seseorang yang berbakat mendapatkan pelatihan.
Namun bakat yang dimiliki seseorang akan sia-sia apabila tanpa ada pelatihan.
Demikian juga dengan kreativitas yang dimiliki seseorang.
Kreativitas akan terus terjaga apabila seseorang terus mengasah kepekaannya dengan berlatih berkesenian.

1. PENGERTIAN KREATIVITAS

Secara umum kreativitas berarti munculnya gagasan baru yang orisinil dan belum pernah ada. Ketika seseorang bisa menciptakan sesuatu yang baru yang belum pernah ada, maka ia bisa disebut kreatif.
Namun hendaknya makna kreatif harus diterapkan sebagai sesuatu yang positif, jangan sampai dipakai untuk hal-hal yang negative dan berlawanan dengan nilai keindahan itu sendiri.
Pengertian lain yang mencakup Kreativitas :

1. Memunculkan ide-ide baru dalam menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang khas

2. Kecepatan mengeluarkan gagasan baru

3. Fleksibelitas,kemampuan untuk memproduksi berbagai gagasan

4. Orisinalitas,memperlihatkan kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang kita
miliki,yang tidak biasa,unik,eksentrik

2.SIFAT KREATIF

Personal yang kreatif tentunya memiliki perilaku yang khas secara positif, yang berbeda dengan person yang lain. Bagi mereka sepertinya tidak ada jalan buntu untuk suatu masalah. Ada saja jalan keluarnya. Tentu setiap orang memiliki kekhasan yang membedakan satu sama lain, demikian juga dalam hal kreativitas. Ada banyak bidang yang menuntut kreativitas, dan setiap orang memiliki kreativitas yang berbeda satu sama lain. Kalaupun ada dua atau tiga atau bahkan beberapa orang memiliki kreativitas pada bidang yang sama tentunya akan memiliki keunikan tersendiri satu sama lain karena pada dasarnya manusia memang unik. Suatu misal ada banyak orang kreativ dalam melukis, tetapi kekhasan kreasi mereka tentunya akan berbeda satu sama lain.

Di bawah ini adalah ciri khas personal yang kreatif :
1. Pengembangan gagasan
Pemikir kreatif akan memegang gagasan pokok yang dijadikan dasar untuk mengembangkan,memperluas,merancang,dan biasanya akan menguraikan pemikirannya yang asli secara terperinci
Dapat dijelaskan bahwa seorang yang kreatif tidak akan kehilangan arah dalam menentukan pilihan. Dalam sebuah proses karya seorang seniman yang kreatif hanya memiliki satu konsep yang dikembangkan menjadi sebuah karya. Meskipun untuk mewujudkan karyanya seniman membutuhkan dukungan banyak unsure, namun semua akan tetap bermuara pada satu konsep untuk menjadi karya seni yang harmoni.

2. Asosiasi

Pemikir kreatif akan memanfaatkan bahwa otak manusia laksana “mesin asosiasi”raksasa.
Seorang yang kreatif tidak akan kehilangan akal dalam menciptakan sesuatu. Seniman kreatif tahu betul bahwa otaknya cukup memiliki kekuatan untuk menciptakan sebuah karya. Maka seniman kreatif tidak akan berhenti berkarya dan akan terus menggali banyak kemungkinan dalam menciptakan karya. Bereksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai teknik, media dan bentuk adalah ciri khas seniman yang kreatif.Ia akan mengubah benda tak berharga menjadi bentuk yang bernilai tinggi.
Terkadang akan muncul hal-hal yang bersifat sensasional, karena hal yang tidak terbayangkan oleh masyarakat umum muncul sebagai karya seni yang luar biasa.

3.FUNGSI KERJA OTAK

Secara simetris otak manusia terbagai menjadi dua,yaitu otak di sebelah kiri dan otak di sebelah kanan, masing masing dengan fungsi yang berbeda.

Beberapa ciri khas kerja OTAK KIRI

• Kata-kata •
• Logika •
• Angka •
• Urutan •
• Linear •
• Analisis •

Sedangkan ciri khas kerja OTAK KANAN
* Irama
* Kesadaran Spasial
*Imajinasi
* Melamun
* Warna
* Kesadaran Holistik
Secara umumm bisa disimpulkan bahwa fungsi otak kiri cenderung lebih bersifat matematis, sedangkan fungsi otak kanan lebih banyak bersifat estetis.
Disadari oleh banyak orang bahwa otak kirilah yang paling sering dipakai oleh manusia. Oleh masyarakat luas secara tidak disadari kecenderungan dalam perilaku lebih menghargai hasil kerja otak kiri dari pada otak kanan. Seorang yang pandai dalam ilmu eksata akan dianggap lebih pandai dan berharga dari pada seorang yang pandai dalam bidang seni.
Oleh karena itu dalam masyarakat sering muncul label fungsi kerja otak antara lain :

LABEL OTAK KIRI

 “KEGIATAN INTELEKTUAL
 “AKADEMIS”
“BISNIS”

LABEL OTAK KANAN
"ARTISTIK "
"EMOSIONAL"
"KREATIF"

b. ESTETIKA
Estetika adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan seni dan keindahan. Apabila seseorang mempelajari seni, sudah tentu ia harus belajar tentang keindahan.
Sering disoroti oleh berbagai kalangan adanya banyak kecenderungan menurunnya moral dan harkat martabat manusia, padahal secara umum bisa dilihat bahwa manusia semakin menyenangi keindahan. Ini adalah suatu hal yang ironi. Oleh karena itu pembelajaran tentang Seni dan Estetika harus dilakukan dengan benar.

1. WILAYAH ESTETIKA DALAM PEMBELAJARAN SENI

Pada pembahasan ini akan diuraikan mengenai seberapa dalam seseorang bisa belajar dan menerapkan estetika dalam kehidupan sehari- hari.
Apabila kita memaknai estetika sebagai sesuatu yang bernilai mendalam, maka belajar estetika sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, pada bidang apapun.
Dalam hal ini semestinya kata Estetika jangan hanya dilihat dari keindahan suatu benda seni, tetapi lebih pada keindahan sikap dan perilaku seseorang. Maka apabila seseorang belajar berkesenian sudah seharusnya ia bisa menerapkan nilai keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang diharapkan melalui pembelajaran seni di sekolah.
Belajar tentang Seni di sekolah tentunya bukan untuk mengkloning seorang siswa menjadi seorang seniman , tetapi lebih pada penanaman nilai-nilai keindahan sebagai bekal hidup dalam masyarakat.

Perhatikan gambar DESAIN RUMAH di atas, cobalah amati apakah desain tersebut hasil karya Seni ataukah perhitungan matematis ?
Spertinya ini adalah sebuah pertanyaan yang sifatnya retoris. Tidak membutuhkan jawaban. Karena jelas nampak bahwa antara seni ,logika dan matematika tidak bisa dipisahkan begitu saja. Semua harus di perankan secara proporsional.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perhitungan Matematis sangat diperlukan dalam pekerjaan Desain yang secara umum nampaknya merupakan pekerjaan seni.Oleh karenanya seorang Desainer tentunya akan lebih berhasil apabila menguasai seni dan Eksata secara seimbang.
Demikian juga dalam bidang pekerjaan lainnya. Seorang yang bergerak di bidang Farmasi tentu akan lebih dipercaya apabila memiliki estetika yang baik.

Tujuan belajar seni
di sekolah :

1. Mengembangkan bakat dan minat


2. Memberikan dasar- dasar bagi siswa untuk keperluan studi lanjut

3. Memberikan pengetahuan dasar tentang keindahan dan estetika yang bisa
dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat

Pada tujuan ke tiga inilah yang sering terlewatkan.
Untuk itu marilah kita gali bersama apa dasar- adasr estetika dalam kehidupan sehari-hari. Apakah berkaitan dengan proses penciptaan Karya Seni ?
Pada setiap seseorang berkarya seni sudah tentu ia akan menerapkan prinsip komposisi

Cobalah Anda ingat kembali apa saja yang termasuk dalam prinsip Komposisi, kemudian diskusikanlah dengan temanmu bisakah prinsip tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari- hari ? berilah contoh kongkritnya!

PERILAKU ESTETIS

Seseorang yang telah belajar berkesenian hendaknya bisa menerapkan dengan baik prinsip-prinsip komposisi dan semua teori yang mendukung terwujudnya keindahan.
Seperti yang diyakini oleh banyak orang bahwa seseorang selalu memiliki dua sisi yaitu positif dan negative. Sisi baik yang ada setiap orang inilah yang akan semakin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang yang menerapkan dasar-dasar estetika dalam kehidupan sehari-hari akan selalu menjaga harkat dan martabat dirinya.Ia akan meletakkan standart dirinya pada kelas yang sesuai. Ia akan berdandan sesuai dengan kelasnya tidak justru malah menurunkan harga dirinya. Ia juga akan selalu berperilaku secara proporsional. Menghormati orang lain,sama halnya dengan menghormati dirinya sendiri.Inilah yang disebut dengan keindahan sejati. Dimana setiap orang berusaha menempatkan dirinya sendiri pada kelas terhormat dengan cara-cara terhormat .
Apakah Anda tertarik untuk menjadikan diri Anda sebagai pribadi yang estetis?
Belajarlah seni dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan terapkanlah dalam hidup sehari-hari dengan terus menjaga diri Anda dengan berperilaku yang estetis.

Bagaimana seseorang bisa membangun relasi dengan baik adalah kunci kesuksesan seseorang. Dan ini bisa diwujudkan dengan menjaga diri Anda sedemikian rupa supaya selalu memiliki perilaku yang estetis yang akan membuat orang lain tertarik dan mempercayai Anda.